Skip to main content

Lirik Ubati Siholhi Lely Tanjung

LIRIK UBATI SIHOLHI VOC:LELY TANJUNG TUK SOBOI DO LUPA HASIAN SIAN BAGAS ROHAKI PAMERENG MI EKKEL SUPINGMI LABBOK NI BOHIMI MASIHOL AU HO DO NA MANGGOHI ROHAKI MANGGOHI SIHOLHI TUNG RO MAHO HO RO TU LAMBUNGHON UBATI SIHOLHI DAHASIAN HODO NA MANDOK TU AU PAIMAONHU HO SIAN LUAT NA DAO TARPAIMA AU TUNG RO MA HO TU LAMBUNGHON UBATI SIHOLHI DA HASIAN

Inilah rumah pengasingan Presiden Soekarno di daerah Batak.

Kita sudah mengetahui bahwa Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia. Namun di balik kegagahan dan kemahirannya berpidato, Bung Karno yang lahir 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur itu banyak mengalami kesulitan hidup. Bung Karno pernah tinggal di penjara atau rumah tahanan karena semangatnya untuk menjadikan Indonesia merdeka dari kekuasaan penjajah.

Kita mungkin tahu bahwa walaupun Indonesia sudah merdeka tanggal 17 Agustus 1945, namun penjajah Belanda masih tetap ingin menguasai Indonesia. Oleh karena itu Bung Karno pernah ditahan atau diasingkan oleh Belanda di awal-awal kemerdekaan. Bung Karno misalnya pernah tinggal di ruang tahanan yang kini menjadi Wisma Jati Menumbing, Kecamatan Menthok, Bangka Barat, dan tinggal di rumah Pesanggarahan Ranggam, Menthok.

Kemudian akhir tahun 1948 Bung Karno dipaksa tinggal di Wisma Bukit Kubu, Berastagi, dan kemudian ke Parapat (kini milik Pemprov Sumut). Konon saat itu banyak pemuda Batak yang gugur karena ingin membebaskan Bung Karno ketika Bung Karno di Parapat.

Bung Karno juga pernah dibuang Belanda ke Ende, Flores dari 14 Januari 1934-18 Oktober 1938. Bung Karno ditahan oleh tentara Jepang di Bukit Tinggi, Sumbar, dan ternyata tidak ditahan di Boven Digul.
rumah pengasingan Presiden Soekarno di Parapat
Rumah pengasingan Presiden Soekarno di Parapat

Inilah rumah pengasingan Presiden Soekarno di Parapat, yang sekarang menjadi milik Pemprov Sumatera Utara.

Setelah Presiden Soekarno diasingkan di Berastagi, oleh karena beberapa alasan keamanan saat itu maka pada tanggal 1 Januari 1949 beliau dipindahkan ke Kota Parapat. Di sebuah rumah milik Pemerintah Belanda persis berada di tepi Danau Toba. Dari rumah ini Bung Karno bisa menikmati keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba.

Di rumah yang dibangun tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman kira-kira seluas Dua hektar selama dua bulan Presiden Soekarno ditawan. Bukti keberadaan Bung Karno misalnya lukisan, perabotan rumah yang dulu dipakai seperti tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.

Di Rumah dua lantai inilah Presiden Soekarno ditawan selama satu setengah bulan. Bukti keberadaan beliau terlihat dari beberapa lukisan dan perabotan rumah yang dulu dipakai oleh beliau. Beberapa diantaranya seperti Ruang dan tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.

Di samping itu Bung Karno juga pernah ditawan di sebuah rumah di Berastagi, Karo sebelum dipindah ke Parapat. Bung Karno dinamai sebagai “Bapak rakyat Sirulo” oleh masyarakat Tanah Karo. Bung Karno diasingkan oleh Belanda bersama Agus Salim dan Sutan Syahrir di Villa Kubu Jalan Djamin Ginting, simpang Lau Gumbah Berastagi, Kabupaten Karo tahun 1948.
rumah pengasingan Presiden Soekarno di berastagi tanah karo
Rumah pengasingan Presiden Soekarno di Berastagi Tanah Karo

Konon di rumah inilah Bung Karno saat berusia 35 tahun menjalani hukuman pembuangan sebagai tahanan politik Belanda di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Sumber :  sejarah.kompasiana.com

Comments

Popular posts from this blog

Lirik Nande Bapa - Egy Suranta Ginting

Nande ku nande keleng ate Ngadi ngadi nande erdahin e Nginemken panas kel kam man tambar muas jine Ngepkepsa kami anak-anakndu e REFF Bapaku bapa kekelengenku Tatap kel kami kerina buah barandu Kami kel pagi peseh sura-surandu bapaku Dilenga tembe ibas kam masa muda Nandeku nande ul terndele ntap Natapsa tegun si lenga temoe Adi nggo gelap uga pe nandangi reh nge Wari terang e Bapaku bapa ula kam medu Ngajari kami kerina anak-anakndu Kam ras nande bapa kami erta Simehergana O..... o......o....... Ho cirem min kam nande O..... o..... o....... Tawa min kam bapa Voc : Egy Suranta Ginting Cipt : Abdul Ferly Sitepu

Download Peta pariwisata Samosir

Peta Pariwisata Samosir Peta pariwisata adalah peta yang menggambarkan atau menjelaskan lokasi-lokasi tempat tujuan wisata di dalam suatu kota atau kabupaten dan lainnya, diantaranya wisata seperti menikmati keindahan alam, sejarah terbentuknya ada juga wisata religius dengan peta digital yang sudah menggabungkan informasi pariwisata diharapkan bisa menjelaskan arah dan tujuan ke tempat wisata tersebut dan sedikit menolong para turis untuk sampai ke tempat tujuan wisata tanpa kesulitan sehingga akan mengurangi cost biaya tinggi.

Mengenal batak script atau surat batak (aksara batak)

Surat Batak adalah nama aksara yang digunakan untuk menuliskan bahasa-bahasa Batak yakni bahasa Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak-Dairi, Simalungun, dan Toba. Secara garis besar, ada lima varian Surat Batak di Sumatra, yaitu Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak-Dairi, Simalungun, dan Toba. Untuk penulisan dari aksara ini di mulai dari kiri ke kanan dan jenis aksara ini  disebut abugida, jadi merupakan sebuah perpaduan antara alfabet dan aksara suku kata. Ada sedikit variasi dalam huruf dan diakritik vokal digunakan untuk menulis setiap bahasa ini : Batak Karo   Diakritik Vokal dengan ka Batak Toba Diakritik Vokal dengan ka  Batak Dairi   Diakritik Vokal dengan ka Batak Simalungun Diakritik Vokal dengan ka Batak Mandailing  Diakritik Vokal dengan ka sumber: omniglot.com - ulikozok.com - wikipedia.org